PROFIL
DESA DARUSSALAM KECAMATAN BOLO
Desa Darussalam adalah merupakan salah satu desa di kecamatan Bolo yang terletak di ujung timur wilayah kecamatan Bolo. Desa Darussalam berdiri pada tahun 2011 dan merupakan desa hasil pemekaran dari desa induk yaitu desa Bontokape. Terbentuknya desa Darussalam bermula dari ide pemekaran yang muncul dari anggota BPD desa Bontokape yang berasal dari Dusun Pali,Daru dan Guda yang menjadi anggota BPD Periode I. ide ini dicetuskan saat silaturahmi antara BPD desa Bontokape dengan masyarakat dan Tokoh yang ada di wilayah dusun Pali,Daru dan Guda. Pertemuan tersebut berlangsung pada Tahun 2003 di Masjid Darussalam Dusun Daru. Adapun anggota BPD peroide I yaitu : Iye Tahar Alhabsyi, Salman Farid SE, Arahman H.Emon, Abdollah Hasan dan Juraidin Ishaka. Selanjutnya ide pemekaran di teruskan dan digiatkan lagi oleh anggota BPD Desa Bontokape periode ke II, yaitu, Umar H. Yakub SE, Abdollah Mansyur dan Irfan Yusuf.
Berkat kerja keras seluruh Tokoh masyarakat dan masyarakat akhirnya Pemerintah Kabupaten Bima dan DPRD Kabupaten Bima menyetujui Pemekaran Desa Darussalam pada Tahun 2011, dengan menunjuk Bapak SAHRUL S.Sos. sebagai Penjabat Kepala Desa Darussalam. Dan pada hari Kamis tanggal 17 Juli Tahun 2012, Desa Darussalam mengadakan pemilihan Kepala Desa Pertama, dan pada tanggal 8 Agustus 2012 Bupati Bima melantik H. ABDURRAHMAN H. RAMLI sebagai Kepala Desa Pertama Desa Darussalam periode 2012-2018 bertempat di Paruga Na’e Woha.
Desa Darussalam adalah merupakan salah satu desa dari 14 (Empat Belas) Desa yang ada di Kecamatan Bolo dengan luas wilayah Ha. Berdasarkan data perhitungan luas wilayah Desa Darussalam adalah 217,33 Ha, Persawahan 98, 27 Ha, (47,49 %). Tambak, 82,00 Ha, (43,60 %). Pemukiman 32,04 Ha, (8,04 %). Tanah Fasilitas Umum ( Kuburan, Sekolah , Masjid, Kantor) 5,2 Ha, (1,05 %). Dengan jumlah penduduk 3059 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 1.586 orang, Perempuan sebanyak 1.473 orang dan memiliki Kepala Keluarga sebanyak 870 KK. Desa Darussalam terbagi atas 3 Dusun, 3 RW dan 6 RT, dengan batasan wilayah Desa Darussalam adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Nggembe
Sebelah Selatan : Desa Sondosia
Sebelah Timur : Teluk Bima
Sebelah Barat : Desa Bontokape
Tabel 2.1. Jumlah RT, RW dan Dusun Desa Darussalam
|
Desa Darussalam |
RT |
RW |
|
Dusun Pali Dusun Daru Dusun Guda
|
2 2 2
|
1 1 1
|
|
Jumlah |
6 |
3 |
Wilayah Desa Darussalam yang terletak didekat pusat kota sehingga menjadi pusat pemukiman sebagaian besar penduduk. Berdasarkan kelas ketinggian wilayah Desa Darussalam berada pada 0 – 10 meter di atas permukaan laut. Kondisi dan ekosistem hutan sebagian besar telah beralih fungsi menjadi daerah pemukiman dengan tipe hutan hujan dataran rendah. Posisi Desa Darussalam yang berada pada daerah dataran dengan kemiringan lereng 0 – 15 persen sehingga mempunyai jenis tanah aluvial dan sebagaian jenis tanah podsolik merah kuning.
Desa Darussalam merupakan salah satu Desa dari Kabupaten Bima beriklim tropis yang umumnya dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu musim Barat atau Utara dan musim timur atau Tenggara. Kedua musim ini berawal pada bulan Mei dan dipengaruhi oleh musim pancaroba yang merupakan transisi musim tersebut. Musim barat atau utara umumnya berlangsung dari bulan Desember sampai bulan Maret. Bulan April merupakan musim transisi ke musim timur atau tenggara.
Musim timur atau tenggara berawal pada bulan Mei dan berlangsung hingga bulan Oktober. Bulan Nopember merupakan masa transisi ke musim barat. Kondisi iklim Desa Darussalam dipengaruhi oleh iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1000 – 2000 mm per tahun. Musim hujan jatuh pada bulan Januari – Juni dengan curah hujan 13 - 15 hari dan curah hujan terendah pada bulan Juli (8 mm) dengan jumlah hari hujan 6 – 9 hari.
Wilayah Desa Darussalam memiliki Daerah persawahan yang luas dengan interval waktu Penanaman Padi pada Musim Hujan MH 1 dan MH 2 sedangkan MK 1 ditanami Kacang Kedelai dan MK 2 ditanami Ubi dan Kacang Kedelai. Sedangkan menurut skala waktu tergantung dari pada perubahan musim tiap takhun.
Pola penggunaan lahan pada Desa Darussalam merupakan manifestasi hubungan antara manusia dengan lingkungan. Polarisasi dan intensitas penggunaan lahan tersebut juga merupakan indikator yang mencerminkan aktivitas utama dalam tingkat penguasaan teknologi penduduk dalam mengeksploitasi sumberdaya lahan sekaligus mencerminkan karakteristik potensi wilayah yang bersangkutan.
Perkembangan sumberdaya lahan dapat dilihat dari kondisi tutupan lahan atau pemanfaatan lahan yang terbentuk. Pada dasarnya pembentukan pola pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh faktor fisik lahan seperti letak geografis, struktur geologi dan tanah, klimatologi wilayah, dan sektor kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan lahan yang terbentuk hingga saat ini di Desa Darussalam terdiri atas lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, lahan tambak, serta waduk/danau/sungai. Dominasi oleh pemukiman mencapai sekitar pertanian dan tambak sebesar 180,27 Ha dari total luas wilayah Desa Darussalam sebesar 217,33 Ha. Secara lebih rinci penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel 2.2
wilayah Ha. Berdasarkan data perhitungan luas wilayah Desa Darussalam adalah 217,33 Ha, Persawahan 98,27 Ha (47,49 %). Tambak 82,00 Ha (43,60 %), Pemukiman 32,04 Ha (8,04), sedangkan 5,02 Ha (5,02 %). Fasilitas Umum ( Perkantoran, Sekolah, Tempat Ibadah, Kuburan).
Tabel 2.2. Penggunaan Lahan Desa Darussalam
|
No |
Jenis lahan |
Luas(Ha) |
% |
Ket |
|
1 |
Persawahan |
98,27 |
47,49 |
|
|
2 |
Tambak |
82.00 |
43,60 |
|
|
3 |
Pemukiman |
32,04 |
8,04 |
|
|
4 |
Fasilitas Umum |
5,02 |
1,05 |
|
|
|
Total luas |
217, 33 |
100 |
|
Jumlah penduduk Desa Darussalam dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, penduduk Desa Darussalam berjumlah 2763 jiwa, pada tahun 2014 meningkat menjadi 2812 jiwa dan hingga pada bulan Oktober tahun 2015 jumlah penduduk menjadi 2994 jiwa. Sedangkan yang pindah ke tempat lain dari tahun 2013 – 2015 berjumlah 53 Jiwa.
Kepadatan penduduk Desa Darussalam berada pada Dusun Daru dan Dusun Guda sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat di Dusun Pali.
|
Penduduk ( orang ) |
Tahun |
% Perkembangan |
||
|
2024 |
2025 |
|||
|
Laki – laki |
1488 |
1586 |
1.11 |
16 |
|
Perempuan |
1369 |
1408 |
1,71 |
17 |
|
Jumlah |
2857 |
4.002 |
2,82 |
33 |
Tabel 2.3. Luas Dusun, RW, RT, Jumlah Penduduk dan kepadatan penduduk
|
No |
Dusun |
Luas (Km2) |
Banyaknya |
Kepadatan Jiwa |
||
|
Penduduk |
Jenis Kelamin |
|||||
|
Laki |
Pr |
|||||
|
1 |
2 |
6 |
3 |
4 |
5 |
|
|
1 |
Dusun Pali |
406,00 |
854 |
451 |
403 |
|
|
|
RW 01 |
203 |
371 |
195 |
190 |
|
|
RT 01 |
203 |
192 |
110 |
110 |
|
|
|
RT 02 |
101,5 |
179 |
85 |
80 |
|
|
|
2 |
Dusun Daru |
209,00 |
792 |
418 |
374 |
|
|
|
RW 02 |
104,5 |
388 |
204 |
184 |
|
|
RT 03 |
104,5 |
206 |
111 |
95 |
|
|
|
RT 04 |
52,25 |
182 |
93 |
89 |
|
|
|
3 |
Dusun Guda |
201,00 |
1.036 |
523 |
513 |
|
|
|
RW 03 |
100,5 |
500 |
225 |
275 |
|
|
RT 05 |
100,5 |
235 |
115 |
125 |
|
|
|
RT 06 |
50,25 |
265 |
110 |
150 |
|
|
Jumlah penduduk Desa Darussalam pada tahun 2016 adalah 3112 jiwa,y ang terdiri dari laki-laki 1.698 jiwa dan perempuan 1414 jiwa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa jumlah laki-laki lebih banyak dari jumlah perempuan.
Penduduk yang tinggal di Desa Darussalam terdiri dari berbagai suku yaitu : Bima, Bugis, Makassar, Melayu dan Arab. serta para pendatang dari daratan pulau yang lain. Penduduk seluruhnya beragama Islam.
Hidup dalam suasana tolong-menolong dan gotonng-royong sudah menjadi ritme kehidupan sehari-hari di Darussalam. Kebiasaan sosial itu sering disebut Mbolo Weki, yaitu tradisi kumpul bersama. Nilai-nilai solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat seperti istilah Bar yang berarti saling membantu, gotong-royong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan suatu imbalan jasa. Istilah lain yang diserap dari bahasa Arab dan telah membudaya di Bima yakni walima yang artinya sama dengan istilah Bar. Selain itu, terdapat istilah Lamba Angi yang bermakna saling mengunjungi dalam rangka memupuk silaturahmi dan istilah Kaco’i yang berarti saling dengar dan saling menghormati satu sama lain. Keyakinan terhadap adat istiadat yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Desa Darussalam sangat dihormati dan dilaksanakan sejalan dengan nilai-nilai agama.
Tabel 2.4. Jumlah penduduk menurut Agama
|
Agama |
Jumlah |
Presentase |
|
Islam Kristen Katolik Hindu Budha |
3.112 - - - - |
100 % - - - - |
Kabupaten Bima termasuk di dalamnya Desa Darussalam merupakan daerah yang berada pada posisi rawan Bencana. Banjir, Angin Puting Beliung dan Banjir air Pasang (Rob) hampir setiap tahun melanda wilayah desa Darussalam. hal ini diakibatkan dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya sehingga saluran air pada selokan tersumbat dan air yang turun dari dataran yang lebih tinggi mengakibatkan banjir tanah di pemukiman warga sekitar.
Tabel 2.5. Struktur perekonomian Desa Tahun 2024 – 2025
|
No |
Jenis Pekerjaan |
2023 |
2024 |
Jumlah % |
|
|
(1) |
(2) |
2025 |
|
||
|
1 |
Petani/nelayan |
857 |
857 |
873 |
35,46 |
|
2 |
Buruh tani/buruh bangunan |
164 |
164 |
122 |
12,66 |
|
3 |
Buruh harian lepas |
110 |
110 |
86 |
3,96 |
|
4 |
Pedagang |
134 |
134 |
148 |
5,17 |
|
5 |
Wiraswasta |
43 |
43 |
51 |
1,72 |
|
6 |
PNS/TNI/POLRI/Pensiunan |
78 |
78 |
76 |
2,72 |
|
7 |
Peg. Swasta |
22 |
22 |
20 |
0,36 |
|
8 |
Jasa Angkutan ( Sopir) |
14 |
14 |
14 |
1,31 |
|
9 |
Peternak |
27 |
27 |
30 |
0,07 |
|
10 |
Tukang bangunan/montir /Jahid/Bengkel |
20 |
17 |
14 |
1,59 |
|
11 |
Pengrajin |
3 |
3 |
3 |
0,07 |
|
12 |
Guru Swasta |
19 |
22 |
27 |
0,56 |
|
13 |
Belum Bekerja |
562 |
562 |
449 |
44,28 |
|
Jumlah |
2.053 |
2.053 |
1.869 |
100 |
|
Penduduk usia kerja diatas 15 tahun yang sedang bekerja tercatat sebesar 2098 jiwa atau 92 %, dimana 632 jiwa bekerja di perkotaan dan 840 jiwa bekerja di daerah pedesaan. Penduduk yang menganggur secara keseluruhan tercatat sebesar 457 jiwa atau 44,28 %. Laki-laki yang bekerja tercatat sebanyak 1.223 jiwa, pengangguran sebesar 250 jiwa dan sekolah 430 jiwa, mengurus rumah tangga sebesar 613 jiwa dan yang lainnya 200 jiwa. Sementara perempuan yang bekerja tercatat sebanyak 400 jiwa.
Tabel 2.6. Penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut jenis kegiatan
|
Jenis Kegiatan |
Jenis Kelamin (Jiwa) |
Tipe Daerah (jiwa) |
||
|
Laki-Laki |
Perempuan |
Perkotaan |
Pedesaan |
|
|
Angkatan Kerja : Bekerja Pengangguran |
1233 450 |
500 112 |
632
|
840 562 |
|
Bukan Angkatan Kerja : Sekolah Mengurus rumah tangga Lainnya |
230 10 750 |
200 1020 325 |
313 .............. .............. |
300 2040 325 |
Jumlah rumah tangga miskin pada tahun 2014 tercatat sebesar 205 rumah tangga yang tersebar di beberapa Dusun. Dusun Pali 43, Dusun Daru 87 Dusun Guda 75. yang memiliki rumah tangga miskin terbesar yaitu Dusun Daru 87, kemudian diikuti oleh Dusun Guda sebesar 75.
Tabel 2.7. Jumlah rumah tangga miskin (Kurang mampu)
|
Desa |
Rumah tangga miskin |
Rumah Tangga Sangat Miskin |
|
Dusun Pali Dusun Daru Dusun Guda
|
43 87 75
|
12 43 37
|
|
Jumlah |
205 |
92 |
Angka partisipasi sekolah di Desa Darussalam untuk kelompok umur 7-12 tahun cukup tinggi, yakni sebesar 562 jiwa. Hal ini berarti bahwa 562 jiwa dari seluruh penduduk usia 7 -12 tahun di Desa Darussalam masih bersekolah. Hal yang sama juga terdapat pada APS untuk usia sekolah 13-15 tahun. Pada kelompok usia ini, sebanyak 135 jiwa penduduknya masih bersekolah. Kedua angka ini menunjukkan bahwa program wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah cukup berhasil.
Angka partisipasi sekolah kelompok umur 16-18 tahun 96 jiwa, kelompok ini merupakan kelompok usia memasuki jenjang SMU. Angka ini dapat dikatakan cukup baik.
Pada kelompok 19-24 tahun angka partisipasi hanya sebesar 82 jiwa. Hal ini menunjukkan masih minimnya mahasiswa/mahasiswi yang ingin kuliah baik di Kampus yang ada diKabupaten Bima maupun di luar Kabupaten.
Kondisi dan ketersediaan fasilitas pendidikan pada suatu wilayah merupakan salah satu indikator kemajuan pembangunan. Desa Darussalam memiliki sarana pendidikan yang tersebar pada tingkat SD/sederajat dan SMP/sederajat dengan jumlah fasilitas sarana pendidikan dan tenaga guru yang cukup memadai.
Tabel 2.7. Angka partisipasi sekolah (APS) menurut Kelompok umur Desa Jia
|
Usia |
Dusun Pali |
Dusun Daru |
Dusun Guda |
|
7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 |
130 53 57 27 |
127 39 37 22 |
239 56 59 29 |
Tabel 2.8. Jumlah sekolah menurut Desa (pendidikan formal)
|
No |
Jenis pendidikan |
JUMLAH |
Keterangan |
|
1 |
PAUD/ TK |
4 Buah |
Kondisi baik |
|
2 |
SD/MI |
1 Buah |
Kondisi baik |
|
3 |
SMP/MTs |
- |
- |
|
4 |
SMA/MA/SMK |
- |
- |
|
5 |
PERGURUAN TINGGI |
- |
- |
Tabel 2.9. Jumlah sekolah menurut Desa (pendidikan non formal)
|
No |
Jenis pendidikan |
JUMLAH |
Keterangan |
|
1 |
Pondok pesantren |
1 |
Kondisi sdang dibangun |
|
2 |
Sekolah Luar Biasa |
- |
- |
|
3 |
TPA |
12 Buah |
Kondisi baik |
|
4 |
Balai Latihan Kerja |
- |
- |
|
5 |
Kursus |
- |
- |
Tabel 2.10. Banyaknya fasilitas kesehatan
|
No |
Prasarana Kesehatan |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Rumah Sakit |
- |
- |
|
2 |
Puskesmas |
- |
- |
|
3 |
Pustu |
1 |
Kondisi Baik |
|
4 |
Polindes |
|
- |
|
5 |
Posyandu |
3 |
Belum ada Bangunan |
|
6 |
Laboratorium |
- |
- |
|
7 |
Apotik |
- |
- |
|
Sarana Peribatan |
Jumlah |
Keterangan |
|
Masjid |
3 Buah |
Sedang di Bangun |
|
Mushollah |
2 Buah |
Satu sedang dibangun |
|
Gereja |
- |
- |
|
Vihara |
- |
- |
|
Pura |
- |
- |
|
Jenis Prasarana |
Jumlah |
Keterangan |
|
Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Basket Lapangan Bulutangkis Lapangan olahraga lainnya |
- - - - - |
- - - - - |
Kondisi Jalan, jembatan dan Sarana Transportasi Desa
|
Jenis sarana |
Jalan Utama (Km) |
Jalan Setapak (Km) |
Jumlah |
Ket |
|
Jenis Permukaan : Aspal Cor semen Kerikil Tanah Belum Tembus |
2 0,10 - - 1 |
- - - 2 0,20 |
3 Km 0,10 Km - 2 Km 1,400 Km |
Kondisi jalan Sedang Baik Rusak Kurang baik Dlm rencana |
|
Jumlah |
3 jalan |
5 Jalan |
5,5 Km |
|
|
Jenis Sarana |
Telah dibagun |
Dalam Perencanaan |
Belum dibangun |
Keterangan |
|
Jembatan (Meter) |
3 Jembatan |
7 Jembatan |
2 Jembatan (30 Meter) |
Kondisi baik |
|
Deker (Meter) |
- |
20 Deker |
20 deker |
Konisi belum ada |
|
Jumlah |
3 unit |
207 Unit |
22 Unit |
....... |
Tabel 2.15. Sarana Transportasi Darat
|
Jenis Sarana |
Jumlah |
Keterangan |
|
Mobil Motor darat Terminal Pelabuhan |
22
- 1 |
Mobil pribadi dan angkutan umum Dermaga mini - - |
Tabel 2.16. Sarana Transportasi laut
|
Jenis Sarana |
Jumlah |
Keterangan |
|
Long Bout Spit Perahu |
- - 6 |
Kondisi ....
Perdagangan antar Pulau |
Pelayanan (Jangkauan) Pos dan telekomonikasi telah sampai di DesaJia, dengan bentuk pelayanan berupa surat, wesel, kiriman pos ataupun bantuan dari pemerintah pusat (dana sosial). Sedangkan pelayanan telekomonikasi yang ada di Desa Jia berupa telepon seluler, telepon via satelit dan juga internet bagi yang menggunakan perangkatnya.
Prasarana listrik di Desa Darussalam cukup memadai bagi kebutuhan perorangan maupun kegiatan ekonomi. Kebutuhan listrik disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Masyarakat Desa Darussalam telah memiliki rumah berjumlah 746 unit, rumah tersebut yang telah dialiri listrik berjumlah dengan kapasitas terpasang 1300 Kwh 16 Unit rumah, 900 Kwh 264 Unit rumah dan 450 Kwh 466 Unit rumah.
Penyediaan air bersih untuk pemenuhan aktivitas ekonomi maupun kebutuhan lainnya di Desa Darussalam cukup memadai karena didukung oleh beberapa sumber mata air dan sumur bor yang dikelola secara pribadi oleh masyarakat.
Jumlah Kepala Keluarga yang menggunakan sarana air bersih yang bersumber dari PDAM Kabupaten Bima adalah tidak ada, karena tidak ada pipa saluran PDAM, oleh karena itu masyarakat melakukan langkah membuat sumur bor masing-masing untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Kepala Desa Darussalam beserta perangkatnya harus menyusun konsep wilayah pengembangan komoditi unggulan untuk mencapai pertumbuhan, efisiensi dan pemerataan yang didasarkan kepada karakteristik geografis, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.
|
Jenis Komoditi |
Luas Lahan (Ha/Km2) |
Produksi (Kg/Ton) |
|
Kelapa Kakao Cengkeh Bawang Merah Pala Jambu Mete Jagung Kacang tanah Ubi Jalar Ubi Kayu Sayur2an : |
- - - - - - - - - -
|
-
-
|
Desa Darussalam pada umumnya merupakan wilayah pemukiman penduduk sehingga lahan hutan dapat dikatakan tidak ada, dengan demikian potensi ekonomi rakyat dari hasil hutan tidak ada.
Usaha perikanan di Desa Darussalam adalah usaha perikanan yang dilakukan secara tradisional dengan menggunakan jaring, raket dan kail dimana hasil tangkapannya dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hampi 40 % warga Darussalam menjadi Nelayan.
Desa Darussalam memiliki Potensi sumber daya alam (SDA) hanya Pertanian, Tambak dan perikanan.